Berkunjung Ke Keraton Surakarta Hadiningrat (Solo)

Senin, 18 Februari 2013 yang lalu saya ditemani dengan someone spesial berkunjung ke Keraton Surakarta Hadiningrat di Solo. Perjalanan spiritual ini dimulai dari mimpi yang saya alami beberapa hari sebelumnya, di dalam mimpi itu saya ditunjukkan beberapa hal (maaf yang ini tidak bisa saya ceritakan). Hari itu juga saya cari informasi berkaitan dengan Keraton Surakarta Hadiningrat. Pada hari Minggu, 17 Februari sebenarnya saya ingin berangkat kesana, namun karena rasa hati nampaknya belum selaras, jadi saya undur. Dan akhirnya ada kemantapan hati untuk berangkat hari senin.

Sebelum berangkat kesana, ada beberapa amanah dan informasi yang diberikan oleh gaib. Oleh karena itu selain membuktikan sendiri kebenaran dari informasi tersebut, juga bersilaturahmi dengan para leluhur yang ada di sana. Jam setengah 7 pagi saya sudah siap sedia, menjemput seseorang spesial terlebih dahulu. Sarapan pagi dengan satu buah pop mi, maklum waktu itu sedikit buru-buru jadi sarapan seadanya dulu.

Setelah semuanya siap, kami jalan kaki menuju ke pinggir jalan raya untuk naik angkot menuju Ungaran. Di Ungaran nanti kami akan naik bus patas yang langsung membawa kami ke Solo. Tepat setengah 8 kami berangkat, dan alhamdulillah tidak menunggu lama akhirnya bus patas yang akan membawa kami ke Solo berangkat jam 08.10 pagi.

Di dalam bus kami sempat bertanya ke kondektur, kalau mau ke Keraton Surakarta nanti berhentinya dimana dan jam berapa bus patas terakhir yang akan menuju ke Semarang dari Solo?

Beliau menjawab, kalau mau ke Keraton nanti berhentinya di daerah Kerten, setelah itu naik angkot menuju ke Keraton. Dan bus patas dari Solo ke Semarang, ada terus.

Sekitar jam setengah 11 kami sampai di Solo, kemudian bus berhenti di Kerten, kami naik angkot warna kuning dengan nomor 01A. Angkot tersebut awalnya sepi, tak lama kemudian penuh sesak. Para penumpang kebanyakan menuju ke Pasar Klewer, karena ternyata antara Pasar Klewer dan Keraton cukup dekat jaraknya.

Jam 11 lebih akhirnya angkot yang kami naiki berhenti tepat di depan halaman Keraton, kami turun dan langsung ditawari oleh ahli becak, dia menawarkan jasa untuk muter-muter seluruh halaman Keraton seluas sekian hektar (saya lupa berapa hektar) hanya dengan Rp. 25.000 saja. Nah, bagi pengunjung yang ingin muter-muter Keraton untuk tujuan wisata bisa menggunakan jasa ahli becak ini.

Karena kami hanya berkepentingan di dalam Keraton saja, maka kami hanya minta diantar sampai tempat pembelian tiket masuk saja. Saya pikir lokasinya jauh, ternyata hanya sekitar 150 meter saja dari pintu masuk Keraton tadi, dan kami membayar Rp. 5000.

Setelah membeli tiket masuk perorang 10 ribu, kami masuk ke halaman Keraton. Berikut ini sedikit penampakannya

Halaman utama keraton surakarta

halaman utama keraton surakarta 2

Setelah puas kami berada di halaman utama keraton, kami berpindah ke museum. Oya, selama berada di halaman utama ini pengunjung harus melepas alas kakinya, sudah disediakan tempat khusus untuk menaruh alas kaki. Dan di halaman utama ini, tanahnya berpasir, jadi tidak perlu kawatir kotor maupun becek saat hujan.

Di museum, kami sempatkan untuk mengambil foto-foto di sana, berikut ini penampakan yang kedua [Read more...]